Kamis, 19 Juli 2012

INFORMASI PENETAPAN 1 RAMADHAN 1433 H

Melalui sidang isbat dengan ormas islam pemerintah menetapkan Bulan Ramadhan akan dimulai tanggal 21 Juli 2012... segenap keluarga besar MAN 6 JOMBANG mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan

Minggu, 03 Juni 2012

SUKSES HUT MAN 6 KE 15



Alhamdulillah, rangkaian acara HUT MAN 6 Kepuhdoko ke-15 sukses luar biasa, ini semua berkat Rahmat Alloh Yang Maha Kuasa dan kerja keras seluruh panitia, dukungan semua guru dan pegawai, para siswa dan seluruh masyarakat. Terima kasih kepada Bu Nyai Hj.Timor Abidah atas tausyiahnya, kepada Bpk Dr.Suyudi Kakankemenag atas sambutannya yang penuh hikmah, kepada Bpk. Rahmat Abidin, STP. sekarang berkedudukan di Komisi Pendidikan DPRD Kab. Jombang dan dulu juga guru MAN 6 atas sambutannya, demikian juga kepada Bpk. H. Mustain Hasan pimpinan Yayasan Darul Ulum Kepuhdoko. Terima kasih atas kehadiran Bpk Kades kepuhdoko dan para pamong desa, Tokoh Masyarakat, Jamaah Muslimat NU, khusus kepada ALUMNI MANEJO terima kasih atas partisipasinya : Hamdan Masyhuri, Heru, Rudi, Eko Rohmatulloh, Herman, Bagus, Mujiburrohman, Ucik, Budi sampurno, dsb. seluruh wali murid serta seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu. Mudah-mudahan MAN 6 Jombang semakin lebih baik, kaya prestasi, dan semakin jaya untuk mewujudkan lulusan yang semakin memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, menjadi kebanggaan orang tua, dan menjadi generasi penerus yang terus memberikan karya terbaik demi kemajuan bangsa.  Berikut ini adalah deretan prestasi siswa-siswi MAN 6 Jombang :

 PRESTASI MAN 6 KEPUHDOKO 2007-2012
2007 juara 3 lomba pramuka tingkat kabupaten
2007 juara 2 lomba gerak jalan putri tingkat kecamatan tembelang
2008 delegasi perkemahan nasional ke Sumedang Jawa Barat
2008 juara 1 atletik lari 5000 meter porseni MAN se kabupaten Jombang

2008 juara 2 bola volly porseni MAN se kabupaten Jombang
2008 juara 2 futsal porseni MAN se kabupaten Jombang
2008 juara 2  atletik Lolimpiade se wilayah kerja surabaya
2009 juara 1 matematika olipiade UN MKKS Aliyah
2009 juara 1 Ekonomi olipiade UN MKK Aliyah
2010 juara 1  olimpiade Ekonomi Akuntansi SMA/MA se Jombang - Mojokerto
2010 juara 1 & 3 Ekonomi Olimpiade sains dan Bahasa se Jombang
2010 juara 2 Bhs. Inggris Olimpiade Sains dan Bahasa se Jombang
2011 juara 2 Ekonomi Olimpiade Sains dan Bahasa se Wilker Surabaya
2012 juara  Harapan 2 Ekonomi Olimpiade Sains dan Bahasa se Wilker Surabaya
2012 juara  Harapan 2 Bhs. Inggris Olimpiade Sains dan Bahasa se Jombang
2012 juara 3 Speech Contesh Lomba Pramuka Penegak VI di STKIP PGRI Jombang
2012 juara 2 Senam Pramuka Lomba Pramuka Penegak VI di STKIP PGRI Jombang
2012 juara 2 Cerdas Cermat Lomba Pramuka Penegak VI di STKIP PGRI Jombang
2012 juara harapan 1 Tehnologi Tepat Guna Lomba Pramuka Penegak VI di STKIP PGRI
2012 juara harapan 2 Mengarang (essay) Lomba Pramuka Penegak VI di STKIP PGRI Jombang
2012 juara harapan 2 Dance Stick Lomba Pramuka Penegak VI di STKIP PGRI Jombang

2012 juara harapan 1 Olympiade Ekonomi Tk. Jawa Timur dan masuk seleksi nasional olympiade ekonomi 
 
DOKUMENTASI HUT MAN 6 KEPUHDOKO KE-15








2 KENIKMATAN


وقال رجل لأبى تميمة : كيف أصبحت ؟ قال : أصبحت بين نعمتين لا أدرى أيهما أفضل ؟ : ذنوب سترها الله فلا يستطيع أن يُعَيِّرَنِى بها أحد ومودة فى قذفها الله فى قلوب العباد لا يبلغها عملى .
Seseorang berkata kepada Abu Tamimah: "Apa kabarmu pagi ini?". Ia menjawab: "pagi ini saya berada diantara 2 kenikmatan, saya tidak tahu yang mana yang terbaik bagiku?"
(1) Saya mempunyai banyak dosa yang ditutupi Allah SWT, sehingga tidak seorang pun dapat mencela saya karena dosa itu
(2) kecintaan yang Allah SWT masukkan ke dalam hati para hamba-Nya untuk mencintaiku, padahal amalku tidak sampai ke tingkat layak untuk mendapatkan kecintaan tersebut.

Selasa, 29 Mei 2012

BERFIKIR KRITIS DAN ILMIAH DITENGAH ISU KESURUPAN MASAL


BERFIKIR KRITIS DAN ILMIAH DITENGAH ISU KESURUPAN MASAL

Tulisan ini bukan merupakan bentuk provokatif namun bentuk pencerahan untuk anak-anakku MAN 6 tercinta. Fenomena yang disebut banyak orang sebagai kesurupan, sering dikaitkan dengan dunia gaib, seperti setan atau jin. Pola pikir semacam ini terbentuk secara kultural, semisal kesenian “kuda lumping” secara sengaja pemain kuda lumping memakan bara api. Jika, itu dilakukan dalam kondisi sadar, tidak akan mungkin terjadi. Maka pemain kuda lumping wajib kesurupan terlebih dahulu, dari realitas ini dapat di asumsikan sebagai bentuk kesurupan yang disengaja.
Negara berkembang seperti Indonesia atau India, masih banyak di jumpai tradisi-tradisi serupa yang terkait dengan mistifikasi, sakralisasi dan mitologisasi. Seperti kuda lumping, jika ditinjau dari pola pikir sebagian masyarakat kita seperti ini. Memang tidak lepas dari transisi masyarakat agraris menjadi masyarakat industri, yang seharusnya lepas dari hal magis atau mitos.
Di zaman yang lekat dengan teknologi tinggi masih dijumpai orang atau kelompok yang masih mempertahankan kekuasaannya melalui hal-hal kelenik untuk kepentingan pragmatis. Kepentingan segelintir orang atau kelompok tertentu untuk melegitimasi kekuasaanya. Berangkat dari pemahaman bahwa sebagian masyarakat yang masih dibayang-bayangi dengan hal-hal mistis, setidaknya ada pendekatan kristis untuk mendekonstruksi tentang pola pikir mistifikasi, sakralisasi dan mitologisasi. Fenomena kesurupan yang terjadi di lingkungan pendidikan tuntu tidak seharusnya diarahkan terhadap hal yang bersifat mistis. Ketakutan dan kekalutan yang muncul seharusnya di minimalisir, untuk menghindarkan kita terjurumus dari kesyirikan.
Pendekatan ilmiah terhadap fenomena kesurupan yakni, pertama tentang konsep multiple personality disorder (MPD) atau kepribadian ganda, ialah suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain (sumber: wikipedia). Bisa dikatakan sebagai salah satu penyakit kelainan kejiwaan. Biasanya penderita memiliki kepribadian dua atau lebih, contoh seperti, pada saat ini penderita bertingkah seperti anak kecil manja suka menangis, namun tiba – tiba berubah menjadi orang lain yang pemarah.
Namun pada abad 20-an MPD berkembang menjadi DID (dissociative identity disorder) atau kepribadian ganda dapat didefinisikan sebagai kelainan mental dimana seseorang yang mengidapnya akan menunjukkan adanya dua atau lebih kepribadian (alter) yang masing-masing memiliki nama dan karakter yang berbeda.
Mereka yang memiliki kelainan ini sebenarnya hanya memiliki satu kepribadian, namun si penderita akan merasa kalau ia memiliki banyak identitas yang memiliki cara berpikir, temperamen, tata bahasa, ingatan dan interaksi terhadap lingkungan yang berbeda-beda. Atau dengan kata lain mereka memiliki dunia lain (baca: berimajinasi). Walaupun penyebabnya tidak bisa dipastikan, namun rata-rata para psikolog sepakat kalau penyebab kelainan ini pada umumnya adalah karena trauma masa kecil.
Untuk memahami bagaimana banyak identitas bisa terbentuk di dalam diri seseorang, maka terlebih dahulu kita harus memahami arti dari Dissociative (disosiasi). Contoh Pernahkah kalian mendapatkan pengalaman seperti ini: Ketika sedang bertanya mengenai sesuatu hal kepada sahabat kalian, kalian malah mendapatkan jawaban yang tidak berhubungan sama sekali. Jika pernah, maka saya yakin, ketika mendapatkan jawaban itu, kalian akan berkata "Nggak nyambung!".
Disosiasi secara sederhana dapat diartikan sebagai terputusnya hubungan antara pikiran, perasaan, tindakan dan rasa seseorang dengan kesadaran atau situasi yang sedang berlangsung. Dalam kasus DID, juga terjadi disosiasi, namun jauh lebih rumit dibanding sekedar "nggak nyambung".
Dari pendekatan psikologis diatas tentang diasosi seseorang, merupakan awal dari fenomena kesurupan atau possession. Lebih sering kita menyebut trance atau kesurupan tanpa disadari. Analoginya seperti ini, seseorang yang mengalami DID atau MPD (berkepribadian ganda) ketika dianggap kesurupan, maka ketika ada orang lain yang potensial tersugesti, kemungkinan akan mengalami hal serupa. Bentuk sugesti ini muncul dari pribadi yang mudah mengimitasi, mengidentifikasi, berempati hingga tersugesti dengan perilaku orang lain yang dilihat dan dirasakan olehnya.
Jika pendekatan diatas kita gunakan pada fenomena di SMAN 2 Pasuruan tanggal 29 september kemarin. Pertama, munculnya seorang pemicu dalam hal ini yang memulai atau dengan kata lain seseorang yang pertama kali terkategori MPD atau DID (baca : kepribadian ganda), mengalami “kesurupan” dalam pemahaman banyak orang awam atau dengan kata lain pemicu mengalami kesurupan individual.
Kemudian kedua, korban yakni mereka yang secara tidak sadar telah tersugesti dengan si pemicu. Prosesnya yakni ketika dia milihat si pemicu terkena kesurupan kemudian perasaannya seolah-olah hal itu terjadi pada dirinya. Ini yang dinamakan empati, kemudian perasaan itu berkembang menjadi sugesti dalam alam bawah sadarnya. Sehingga, si korban bisa juga mengalami perilaku yang bukan merupakan identitas dirinya. Dikatakan kesurupan masal ketika korban dan pemicu sengaja atau tidak telah mensugesti orang lain sehingga muncul korban baru.
Logika sederhanannya, ketika ada satu orang yang muntah melihat cacing atau kecoa yang menggelikan atau menjijikan, secara tidak sadar dia berimajinasi. Imajinasi yang muncul yakni dalam bentuk ketakutan misal, takut jika kecoanya akan terbang, masuk baju, dan bau diseluruh badannya, atau membayangkan got yang jorok tempat kecoa itu tinggal. Secara otomotis ketakutan itu berubah menjadi muntah sebagai bentuk reaksi atau refleksi bawah sadarnya. Sedangkan orang lain yang melihat temannya muntah bisa jadi tersugesti muntah.
Logika sederhana diatas cukup bisa memberikan penjelasan bahwa ketika seseorang berimajinasi dalam bentuk melamun, takut, atau binggung. Merekalah sebagai objek dari korban sugesti (baca : kesurupan). Ditambah dengan keaadaan lingkungan yang mengalami kepanikan (histeria massa), sehingga suasaana seolah semakin mistis (dalam fenomena kesurupan).
Dari jumlah yang ada, sebagian besar adalah perempuan yang menjadi korban. Hal ini menunjukkan perempuan lebih sugestible atau lebih mudah dipengaruhi dibandingkan laki-laki. Mereka yang memunyai kepribadian histerikal yang salah satu cirinya sugestible lebih berisiko untuk kesurupan atau juga menjadi korban kejahatan hipnotis. Selain itu, wanita lebih labil ketimbang pria dan terjadi perubahan dalam jiwanya. Banyak hal bisa menjadi penyebabnya. Antara lain kondisi keluarga, kondisi sekolah, hubungan pertemanan, sosial politik, dan masih banyak lagi.
Gejala-gejala yang dianggap kesurupan
Gejala-gejala beberapa waktu sebelum kesurupan antara lain kepala terasa berat, badan dan kedua kaki lemas, penglihatan kabur, badan terasa ringan, dan ngantuk. Perubahan ini biasanya masih disadari oleh subjek, tetapi setelah itu ia tiba-tiba tidak mampu mengendalikan dirinya. Melakukan sesuatu di luar kemampuan dan beberapa di antaranya merasakan seperti ada kekuatan di luar yang mengendalikan dirinya.
Mereka yang mengalami kesurupan merasakan bahwa dirinya bukanlah dirinya lagi, tetapi ada suatu kekuatan yang mengendalikan dari luar. Keadaan saat kesurupan ada yang menyadari sepenuhnya, ada yang menyadari sebagian, dan ada pula yang tidak menyadari sama sekali. Dalam keadaan kesurupan korban melakukan gerakan-gerakan yang terjadi secara otomatis, tidak ada beban mental, dan tercetus dengan bebas. Saat itu merupakan kesempatan untuk mengekspresikan hal-hal yang terpendam melalui jeritan, teriakan, gerakan menari seperti keadaan hipnotis diri. Setelah itu, fisik mereka dirasa lelah tetapi, mental mereka mendapat kepuasan hebat.
Fenomena kesurupan massal dapat dijelaskan dengan kondisi ini. Seseorang yang melihat temannya dalam keadaan histeris, meronta-ronta, berteriak-teriak tanpa terkendali sering dapat mensugesti temannya. Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya sugesti. Pertama, sugesti secara visual (penglihatan), Seseorang yang memiliki tipe visual, dengan tingkat sugestivitas emosional dan fisiknya cukup tinggi, akan sangat mudah dipicu dengan gerakan-gerakan yang ia lihat ketika melihat orang lain dalam keadaan ”kesurupan”. Biasanya, sugestivitas emosional dimiliki oleh kaum perempuan, karena perempuan lebih banyak menggunakan penglihatannya (terutama bagi yang suka memperhatikan penampilan). Hal itulah yang menyebabkan kesurupan seperti dapat “menjalar” dari satu orang ke orang yang lain. Dengan demikian, terjadilah ”kesurupan massal”.
Kedua, sugesti secara audio (pendengaran), Seseorang yang memiliki tipe audio, dengan tingkat sugestivitasnya tinggi, akan terpicu dengan suara. Pada saat ia mendengar orang lain histeris, berteriak-teriak, dan marah-marah, orang tersebut akan tersugesti dengan mudah. Akibatnya, secara spontanitas, ia langsung mengikuti temannya seperti berteriak-teriak, histeris, marah-marah, dan lain-lain. Ketiga, sugesti secara kinesthetic (perasaan). Seseorang yang memiliki tipe kinestetik, dengan tingkat sugestivitasnya tinggi, akan tersugesti dengan perasaan yang timbul pada dirinya. Ketika seorang temannya terlihat histeris dan berteriak-teriak, timbullah rasa kasihan, simpati, dan bahkan empati. Akibatnya, tanpa sadar, ia telah memasuki level kesadaran Alpha atau Theta (bawah sadar) secara spontan.
Sebenarnya, semuanya ini tidak lepas dari konflik internal pada diri seseorang yang dapat terjadi kapan saja, yaitu ketika pikiran dan kondisi kejiwaan dalam keadaan labil, tidak tenang, bermasalah, dan semacamnya. Jika ditinjau, sebenarnya fenomena kesurupan bermula dari sebuah konflik internal seseorang yang belum pernah terselesaikan. Makin lama, konflik tersebut semakin terpendam di level pikiran bawah sadar hingga suatu waktu (pada saat yang tepat), permasalahan yang terpendam tersebut muncul secara tiba-tiba bagaikan bom waktu.
Hal itu menyebabkan emosi-emosi yang berkaitan dengan permasalahan yang ada juga muncul secara bersamaan (abreaction). Dalam kasus kesurupan, ada berbagai faktor yang menjadi pencetus terjadinya kesurupan. Sebagai contoh, bagi siswa sekolah, faktor tersebut misal jam pelajaran yang semakin diperketat, hubungan antara guru dan murid yang kurang harmonis, tugas dan pekerjaan rumah yang semakin banyak dan semakin memusingkan, atau sering terlambat sekolah kemudian dihukum dan mengalami traumatis.
Permasalahan itu dapat menjadi pencetus konflik-konflik yang terjadi dalam diri seorang siswa. Jadi, tak heran jika kesurupan massal sering terjadi di lingkungan sekolah. Anak-anakku semuanya marilah kita berfikir kritis dan Ilmiah bahwa yang terjadi pada kita kemarin merupakan pelajaran berharga. Yakni terhadap cara pandang kita terhadap fenomena kesurupan, jangan terbawah dengan cerita-cerita tahayul atau mitos-mitos yang terkait dengan dunia gaib. Sebagai orang beriman, Allah SWT telah menjelaskan Jin dan setan adalah salah satu dari makhluk Allah dan manusia juga merupakan salah satu dari makhluk Allah. Lantas, mengapa kita harus takut kepadanya? Bukankah kita sama-sama makhluk? Bahkan, sebenarnya, manusia itu lebih tinggi kedudukannya dibandingkan jin dan setan.
Allah berfirman:“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. ” (QS. Al-Isra:70)
Mulai hari ini hilangkan mistifikasi, sakralisasi dan mitologisasi. Berfikirlah secara kritis dan ilmiah dengan berbekal Iman dan Islammu.

 (Sumber: http.sosiologi SMADA Pasuruan)

Senin, 28 Mei 2012

GEBYAR HUT MAN 6 KE-15

Rangkaian acara akan diselenggarakan dalam rangka HUT MAN 6 Ke-15 mulai dari sepeda sehat yang akan diselenggarakan hari kamis, 31 Mei 2012 mulai pukul 07.00, Bersih Lingkungan Jum'at 1 Juni 2012 dan puncak acaranya yaitu Gebyar HUT Ke-15 akan dimeriahkan dengan berbagai atraksi kreasi siswa-siswi manejo dan akan ditutup dengan tausyiah oleh Bu Nyai Timor Abidah, oleh karena itu kami ikut mengundang seluruh alumni MANEJO.

Minggu, 27 Mei 2012

Dalam rangka mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian nasional SMP/MTs. MAN 6 menunjukkan kepeduliannya dalam mengembangkan dan meni

Kamis, 23 Februari 2012

TRY OUT SMP/MTs

Dalam rangka mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian nasional SMP/MTs. MAN 6 menunjukkan kepeduliannya dalam mengembangkan dan meningkatkan prestasi serta kesiapan siswa siswi SMP/Mts untuk menghadapi UNAS yang tinggal 2 bulan lagi dengan mengadan TRY OUT bagi siswa siswi SMP/MTs. Bagi kamu yang duduk di kelas, Ayo ikutan, ntar nyesel lo....
Try out ini akan diselenggarakan pada hari minggu tanggal 26 Februari 2012. Sampai saat ini yang mendaftar sudah sekitar 400 an lebih lo... MAN 6 emang sesuatu banget ya...!!!